Slam Dunk : Karakter Pemain Tim Shohoku

20100420031448slam_dunk_jump_comicsAssalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Hallo Bro & Sist semua, jumpa lagi dengan gue blogger yang semakin hari coba untuk semakin eksis ini :p. Pada postingan kali ini, gue akan coba mengajak kalian semua untuk bernostalgia kembali kebeberapa tahun silam. Masih ingatkah kalian dengan tokoh anime yang menggambarkan seorang anak SMA keras kepala berambut merah? Atau sosok laki-laki tinggi besar dengan wajah mirip gorila? Yap, mereka adalah dua dari sekian banyak tokoh yang ada di serial Slam Dunk, serial manga dan anime yang sangat menginspirasi gue dan kawan-kawan hingga mulai tertarik pada dunia basket sampai sekarang.

Slam Dunk seketika menjadi fenomena di Jepang, karena telah berhasil menjadi salah satu komik yang mengangkat tema permainan bola basket; yang pada saat itu dianggap tidak lazim untuk dijadikan tema sebuah komik. Alur cerita yang menarik serta penggambaran tokoh-tokoh dengan karakteristik yang unik, membuat Slam Dunk digemari remaja di berbagai belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Slam Dunk pertama kali muncul di Indonesia justru dalam format animasi. Ditayangkan pertama kali oleh TV7(sekarang menjadi Trans7) pada sekitar tahun 2003. Barulah kemudian format manga-nya diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Slam Dunk kemudian menjadi tontonan dan bacaan yang dibaca cukup banyak pencinta animasi. Semenjak saat itulah popularitas permainan bola basket mulai melejit di Indonesia, meskipun masih kalah jauh dari popularitas sepakbola.

324_2007082118443517.thumbSlam Dunk sendiri mengisahkan tentang seorang murid kelas 1 di SMA Shohoku yang bernama Hanamichi Sakuragi. Sakuragi merupakan seorang berandalan kelas berat, yang semasa SMP ditolak wanita sebanyak 50 kali (lebih parah dari gue :p ..). Hal inilah yang membuatnya membenci olahraga basket (dia pernah ditolak seorang wanita yang lebih memilih seorang pemain basket, ketimbang berandalan seperti Sakuragi). Namun semua rasa bencinya pada olahraga basket perlahan mulai pudar ketika bertemu dengan gadis cantik bernama Haruko Akagi, hingga secara perlahan namun pasti membuat Sakuragi mulai mencintai permainan bola basket yang dulu sangat ia benci. Perjuangan keras Sakuragi dan Shohoku mengarungi berbagai pertandingan dan berhadapan dengan lawan-lawan tangguh, membuat alur cerita Slam Dunk menjadi sanget menarik untuk disimak. Sang mangaka (pembuat komik) Slam Dunk, Takehiko Inoue, menggambarkan berbagai adegan dengan ilustrasi yang menarik. Inoue juga menggambarkan berbagai karakter didalamnya dengan menggunakan proporsi tubuh yang tepat, suatu hal yang nampaknya jarang ditampilkan pada manga lain pada masa itu.

Satu hal yang mungkin belum banyak orang tau (termasuk gue kala itu..), bahwa beberapa karakter tokoh yang ada di serial Slam Dunk memiliki kemiripan dengan beberapa pemain NBA pada masa itu (awal tahun 90-an). Beberapa karakter juga diciptakan sejalan dengan dinamika di NBA. Perkiraan ini bisa benar, tapi bisa juga meleset. Tapi apapun itu, serial Slam Dunk akan tetap terkenang buat gue sampe kapan pun.

Oke, kalau gitu langsung saja kita coba untuk menganalisa mereka satu persatu. Kita mulai dengan kostum tim Shohoku. Siapa pun pasti akan langsung dapat menebak kostum tim mana yang memiliki kemiripan dengan tim tersebut, tak lain dan tak bukan itu adalah kostum kebesaran tim Chicago Bulls. Yap, sebagian besar tim-tim basket yang muncul di serial ini merupakan ‘representasi’ dari tim basket sungguhan, yaitu tim-tim basket dari NBA. Salah satunya adalah tim Shohoku.

#4 Takenori Akagi

goriH: 197
W: 90 kg

Akagi adalah kapten tim bola basket SMA Shohoku. Berposisi sebagai center, Akagi merupakan poros utama Shohoku dalam bertahan. Tubuh yang besar menjadikannya sebagai salah satu center terbaik di wilayah Kanagawa. Selama dua tahun pertama di Shohoku, Akagi gagal membawa Shohoku berprestasi, sampai akhirnya, di tahun ketiganya, barulah Akagi mencapai puncak kejayannya di Shohoku bersama dengan Mitsui, Miyagi, Sakuragi, dan Rukawa.

Akagi merupakan seorang leader di timnya. Memiliki kemampuan defense yang baik, serta tangguh di bawah ring. Pada masa itu, salah satu pemain yang memiliki karakter mirip dengan Akagi adalah Patrick Ewing yang merupakancenter dari tim New York Knicks. Dari segi wajah juga sedikit banyak Ewing memiliki kemiripan dengan Akagi.

#14 Hisashi Mitsui

micanH: 184 cm
W: 70 kg

From hero to zero to hero, again. Istilah tersebut mungkin cocok dilekatkan pada karakter yang satu ini. Mitsui merupakan MVP ketika SMP, kemampuan utamanya adalah dalam shooting dan bertahan. Pada mulanya Mitsui masuk ke SMA Shohoku untuk membalas budinya kepada pelatih Shohoku, Pak Anzai. Pak Anzai inilah yang menyemangati Mitsui ketika pertandinagn final tingkat SMP. Digadang-gadang sebagai bakal calon bintang Shohoku, Mitsui justru mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen dari dunia basket untuk sementara waktu. Seiring dengan waktu, Mitsui menyadari bahwa dengan cedera yang dideritanya maka ia hanya akan menjadi batu sandungan saja bagi Shohoku. Semenjak saat itulah Mitsui memutuskan untuk membenci basket. Dua tahun kemudian, setelah ‘insiden’ yang melibatkan Mitsui dengan anggota tim basket Shohoku berakhir, ia memutuskan untuk ‘bertobat’ dan kembali menjadi anggota tim basket Shohoku lagi.

Khusus untuk Mitsui, gue gak bisa memastikan siapakah role model yang dipakai untuk membuat karakter Mitsui. Kemungkinan besar adalah Jeff Hornacek. Hornacek sepanjang karirnya mengenakan nomor 14, nomor yang juga digunakan Mitsui. Hornacek juga merupakan salah satu shooter yang terbaik pada masanya, begitu juga dengan Mitsui yang merupakan seorang sharp-shooter.

#7 Ryota Miyagi

miyagiH: 168 cm
W: 59 kg

Pada awalnya Ryota Miyagi adalah seorang pembuat masalah (meskipun tidak seagresif Sakuragi) yang sempat mengacaukan kondisi tim basket Shohoku. Puncaknya adalah kekacauan antara geng Mitsui dengan tim basket Shohoku. Selepas kejadian itu, Ryota perlahan berubah menjadi pribadi yang berkepala dingin. Ryota berposisi sebagai point guard Shohoku. Kecepatan, kemampuan dribel dan passing yang baik membuatnya menjadi salah satu point guard terbaik di wilayah Kanagawa. Dikisahkan juga bahwa Ryota memiliki affair dengan manajer tim basket Shohoku, Ayako.

Ryota merupakan seorang point guard berbadan kecil dan lincah. Kemampuan passing-nya mirip dengan seorang Isiah Thomas yang juga memiliki tubuh kecil namun lincah. Isiah Thomas juga merupakan leader dari the bad boys Detroit Pistons yang terkenal dengan permainan kerasnya. Mirip dengan sosok Ryota.

#11 Kaede Rukawa

rukawanH: 187 cm
W: 75 kg

Kaede Rukawa merupakan pemain yang jenius. Diketahui bahwa semenjak SMP Rukawa merupakan seorang top performer yang terbiasa mencetak banyak poin di pertandingan. Rukawa memilih untuk memasuki SMA Shohoku karena sebuah alasan yang sepele; jarak yang dekat dari rumah. Rukawa merupakan aset berharga untuk Shohoku, terbukti dia membuat rataan sebanyak 30 poin per-pertandingan pada kejuaran di Kanagawa.Shooting, finishing, drive, dribbling merupakan keahlian Rukawa. Kelemahan Rukawa terletak pada kemampuandefense-nya dan konsistensi permainan. Saat pertandingan melawan Kainan, Rukawa berhasil mencetak 25 poin di babak pertama, namun hanya mampu mencetak 6 poin pada babak kedua karena kelelahan. Sekalipun begitu, Rukawa tetap masuk dalam 5 pemain terbaik se-Kanagawa.

Mudah ditebak, sosok Rukawa diilhami dari sosok Michael Jordan pada masa awal karirinya di NBA. Pada masa itu Jordan merupakan seorang pemain yang offensive minded dan individual. Karakter tersebut mirip dengan gaya permainan Rukawa yang egois. Barulah ketika selama 6 tahun berturut-turut (semenjak debutnya) mengalami kegagalan terus menerus dan tidak bisa sekalipun mencapai Final NBA, Jordan berubah menjadi seorang pemain yang mau mempercayai rekannya, begitu pula yang terjadi pada sosok Rukawa saat kejuaran nasional.

#10 Hanamichi Sakuragi

sakuraH: 189 cm
W: 83 kg

Tokoh utama dalam Slam Dunk adalah Hanamichi Sakuragi. Pria berambut merah, bertubuh tinggi, dan berwajah kurang menarik ini adalah sosok yang pada mulanya membenci basket gara-gara ditolak seorang wanita yang lebih memilih pria pebasket. Bahkan, Sakuragi sempat ditantang Akagi yang notabene adalah kapten tim basket Shohoku, gara-gara Sakuragi terlalu meremehkan basket. Di luar dugaan, Sakuragi berhasil mengalahkan Akagi dengan sebuah dunk, semenjak itulah Sakuragi jatuh cinta dengan basket. Sempat mengalami maju mundur dalam proses adaptasi, akhirnya Sakuragi menguasai senjata andalannya, yaitu rebound. Sakuragi juga mempelajari lay up, inside scoring, hingga jump shoot. Peningkatan yang dialaminya sangat pesat, hingga berhasil membantu Shohoku menjadi juara ke-2 se-Kanagawa. Sakuragi merupakan kebalikan dari Rukawa; kalau Rukawa adalah seorang pemain yang offensive minded, Sakuragi justru defensive minded. Dalam hal rebound, Sakuragi merupakan nomor 1 se-Kanagawa. Sifatnya yang meledak-ledak serta arogan terkadang membuat risih orang lain, tapi justru sifatnya inilah yang terkadang bisa menaikkan moral tim Shohoku ketika sedang terjatuh. Diceritakan bahwa Sakuragi jatuh cinta kepada Haruko Akagi (adik dari Takenori Akagi) namun sialnya, Haruko justru tergila-gila pada Rukawa.

Sangat mudah ditebak, role model Sakuragi adalah Dennis Rodman. Rodman merupakan raja rebound di NBA pada tahun 90an. Tercatat 7 kali berturut-turut ia memimpin statistik rebound terbanyak. Rodman juga memiliki rambut yang unik dan warna-warni, sama seperti rambut Sakuragi. Rodman juga memiliki perangai yang buruk, suka berkelahi dan melanggar peraturan; karakter yang sangat mirip sekali dengan Sakuragi. Ada juga hubungan yang unik antara Rodman dan Sakuragi. Pada saat komik Slam Dunk pertama kali terbit (tahun 1990), Dennis Rodman masih menjadi seorang pemain Detroit Pistons sampai kemudian tahun 1993 pindah ke San Antonio Spurs, sementara kita tahu bahwa Sakuragi merupakan pemain tim Shohoku, dan Shohoku sendiri merupakan perwujudan dari sebuah klub NBA, Chicago Bulls. Uniknya, pada tahun 1995 Dennis Rodman memutuskan untuk bergabung dengan Chicago Bulls. Hal inilah yang menurut gue unik. Karena Takehiko Inoue sebagai pengarang komik Slam Dunk seolah bisa meramalkan bahwa Dennis Rodman kelak akan menjadi pemain Chicago Bulls dengan tokoh Sakuragi dan Shohokunya.

Itulah sekilas tentang karakter dari para pemain Shohoku, jika ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Karena manusia tak ada yang sempurna :D Baiklah kalau begitu, sekian dulu dari gue untuk postingan kali ini, sampai berjumpa di postingan berikutnya.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

slam-dunk-full-players

Nurilez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s