Sekilas Bitcoin

bitcoin

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Hallo guys, gimana kabarnya? Semoga dengan berubahnya iklim yang semakin tidak menentu ini, kita masih dalam semangat dan kondisi yang fit yah. Well, memasuki akhir tahun ini, banyak berita yang tergolong baru (baru saya dengar lebih tepatnya😀 ) Ada istilah bitcoin ada pula cabe-cabean. Oke, tidak perlu berpanjang lebar, karena panjang kali lebar sama dengan luas😀

Pernah denger istilah Bitcoin?
Bitcoin sendiri merupakan sebuah satuan mata uang digital yang belakangan mulai populer. Hal ini dipicu oleh salah satu penggunanya yang sukses membeli pizza melalui uang tersebut, bahkan di Amerika Serikat sudah ada yang membeli mobil mewah melalui Bitcoin.

Di Indonesia sendiri para pemburu Bitcoin mulai tumbuh, dan alat untuk menambang uang digital itu juga sudah dijual bebas. Tertarik ingin ikut memburunya?

Bank Indonesia (BI) masih terus mengkaji lebih jauh mengenai mata uang digital Bitcoin yang cukup fenomenal. Bank sentral mewaspadai mata uang Bitcoin karena bisa digunakan untuk ‘cuci uang’ alias money laundering.

Bitcoin ini sudah mewabah di AS, China, India, dan Australia. Dan pada intinya tidak ada yang mengawasi dan cenderung susah dilacak peredaran dan siapa saja yang bertransaksinya.Dalam transaksi Bitcoin, tidak menggunakan perantara, atau tanpa bank. Selain itu, tidak ada komisi atau biaya administrasi untuk tiap transaksi. Setiap pembeli juga tidak perlu memberikan nama asli.

1 Bitcoin dari Rp 80 Ribu Kini Jadi Rp 11 Juta

bitcoin
Mata uang digital, Bitcoin terus naik nilai tukarnya. Bayangkan saja sejak tahun 2012 lalu, kurs 1 Bitcoin setara dengan USD 8 atau Rp 80.000. Kini 1 Bitcoin kurs belinya mencapai Rp 11 juta.”Ternyata banyak investor yang mengalihkan dananya ke Bitcoin karena ketika itu 1 Bitcoin stabil di US$ 8 sampai US$ 9. Hal ini memicu tingginya permintaan Bitcoin”

Siapakah produsen uang Bitcoin? Bagaimana penyebarannya?

Oscar menjelaskan, Bitcoin ini diatur oleh sebuah alias bernama Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dirancang oleh Satoshi Nakamoto sendiri, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer yang menghubungkan semuanya. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama.

“Jadi sumber uang ini berasal dari sebuah perangkat Satoshi Nakamoto yang tidak jelas siapa. Satoshi Nakamoto akan menghasilkan kode yang nantinya akan menjadi Bitcoin. Tiap hari ia mencetak Bitcoin bagi para miners atau penambang. Hingga nanti mencapai 21 juta Bitcoin,” ungkap Oscar.
Seseorang bisa menjadi miners jika memiliki perangkat keras atau hardware yang dibeli secara online. Perangkat ini akan menghasilkan Bitcoin pemecah kode-kode yang dari perangkat lunak sumber Satoshi Nakamoto tersebut.

“Nantinya miners ini akan mengumpulkan Bitcoin. Kita semua juga bisa jadi miners. Tapi kalau saya sebagai traders beli Bitcoin dari miners untuk dijualbelikan kepada yang butuh Bitcoin,” kata Oscar.

Saat ini kurs Bitcoin cukup stabil di angka USD 900-an per 1 Bitcoin atau Rp 9,5 jutaan.

Seperti pernah dibahas sebelumnya, fenomena Bitcoin ini memang menghebohkan otoritas moneter dan dunia maya. Mata uang ini digunakan untuk membeli berbagai macam jenis barang secara internasional dari ponsel sampai mobil, bahkan sampai kegiatan yang ilegal.

Sekarang pertanyaannya.
Jika sudah ditambang terus apakah bisa habis??

bitcoin
Tak sedikit para pengguna yang kini tengah menjadi penambang Bitcoin. Lantas jika terus dibiarkan, apakah mata uang digital itu tak bakal habis?

Para penambang Bitcoin, yang biasa disebut miner, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi uang digital tersebut. Mulai dari cara sederhana dengan alat kecil, hingga para profesional dengan alat lebih dari puluhan juta rupiah.

Bitcoin sendiri tercipta dari suatu sistem yang kerap mengeluarkan kombinasi angka-angka unik. Angka inilah yang kemudian ditangkap dengan alat dan software khusus, untuk diterjemahkan sebagai Bitcoin.

Penemu mata uang digital tersebut sepertinya ingin membuat Bitcoin layaknya emas. Sebuah alat tukar berharga yang tidak bisa terus dicetak seperti uang, oleh sebab itu jumlah peredaran Bitcoin juga terbatas.

“Bitcoin hanya akan tersedia sebanyak 20,999,999.9769, atau dibulatkan jadi 21 juta hingga 2140. Jadi dalam rentang waktu itu sistem akan mengeluarkannya (angka Bitcoin-red) secara berkala,”Lantas, jika sudah sampai pada masanya, apakah ‘kepingan-kepingan’ Bitcoin akan habis?

“Tidak. Karena fee dari setiap transaksi akan dikembalikan ke sumber, kemudian sumber tersebut akan menghasilkan angka baru yang akan ditangkap oleh para miner,”

Gimana penjelasannya, Guys? Udah cukup jelas atau malah makin bingung? Buat yang jelas, saya ucapkan selamat. Dan bagi yang merasa belum jelas, tenang Anda tidak sendiri kok, ada saya disini. Hehehehe😀

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Nurilez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s